Tuesday, November 25, 2025
Monday, September 5, 2022
Tuesday, December 21, 2021
Teorema Pythagoras
https://youtu.be/r4Oy6SJQRaQ
Thursday, January 7, 2021
soal TIU CPNS 2021 | Soal TIU CPNS yang Sering keluar (Lulus CPNS 2021)
3 Cara Mudah Menghitung FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)
Saturday, February 24, 2018
Aritmatika Sosial II
A. Netto, Bruto dan Tara
Sebuah perusahaan menjual sebuah produk berupa susu yang dikemas dalam bentuk kaleng, dimana akan di pasarkan dalam pasar nasional, berat keseluruhan produk tersebut disebut bruto atau berat kotor, sedangkan berat kemasan disebut tara atau disebut kemasan dan berat isi disebut netto atau berat bersih.
Untuk menghitung bruto, netto dan tara, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Bruto = Netto + Tara
Netto = Bruto - Tara
Tara = Bruto - Netto
Contoh
1) Pak Budi membeli beras 2 karung dengan berat brutto 52 kg/karung, setelah dibuka pak Budi menimabang berat karung yaitu 2kg. Jika pak Budi menjual beras tersebut seharga 24.000/kg. Berapakah harga jual beras tersebut.
Jawab
Diketahui:
Bruto = 104kg
Tara = 4kg
Harga jual Rp. 24.000/kg
Ditanya
Harga jual keseluruhan?
Penyelesaian
Netto = Bruto - Tara
= 104kg - 4kg
= 100kg
Harga jual keseluruhan = 100kg x Rp. 24.000
= Rp. 2.400.000
Aritmatika Sosial I
A. Harga Jual, Harga Beli, Untung dan Rugi
Dalam kehidupan tidak asing dengan perkataan harga jual, harga beli, untung dan rugi yang menjadi aktivitas dalam kehidupan, profesi sebagai jual dan beli merupakan suatu aktivitas yang sering dilakukan, untuk mengetahui hal tersebut dapat diketahui dengan aturan sebagai berikut.
Dalam kegiatan jual beli, dikatakan untung apabila harga jual > harga beli
Harga jual = harga beli + untung
Harga beli = harga jual - untung
Untung = harga jual - harga beli
Terjadi kerugian jika harga beli > harga jual
Harga jual = harga beli - rugi
Harga beli = harga jual + rugi
Rugi = harga beli - harga jual
Contoh
Ali membeli 4 pasang sepatu masing-masing seharga Rp. 200.000, jika harga jual ke empat sepatu tersebu adalah Rp. 900.000, berapakah keuntungan sepasang sepatu yang di dapat Andi?
Jawab
Harga beli sepasang sepatu = Rp. 200.000
Harga jual 4 pasang sepatu = Rp. 900.000
Maka harga jual sepasang sepatu = 900.000/4
=225.000
Maka keuntungan sepasang sepatu = Harga beli - harga jual
= Rp. 225.000 - Rp. 200.000
= Rp. 25.000
B. Persentase untung dan persentese rugi
Dalam menghitung persentase keuntungan terhadap harga beli dapat menggunakan rumus:
%U = U/HB
Sedangkan untuk persentase keuntungan terhadap harga jual dapat digunakan rumus.
%U = U/HJ
Keterangan:
U = Untung
HB = Harga beli
HJ = Harga jual
%U = Persentase keuntungan
Untuk menghitung persentase kerugian dari suatu pembelian maka dapat digunakan rumus:
%R=R/HB
Sedangkan untuk persentase kerugian terhadap harga jual dapat digunakan rumus.
%R=R/HB
Keterangan:
R = Rugi
HB = Harga beli
HJ = Harga jual
%R = Persentase kerugian
Thursday, February 22, 2018
Perkalian dan Pembagaian Bilangan Pecahan
A. Operasi Perkalian Bilangan Pecahan
Operasi perkalian bilangan pecahan dapat diselesaikan dengan cara mengalikan penyebut dengan penyebut, dan pembilang dengan pembilang. Aturan perkalian dapat dituliskan sebagai berikut.
a/b x c/d = ac/bd
Contoh
1) Hitunglah hasil dari:
a. 1/4 x 3/5
b. 3/2 x 0,5
Jawab
a. 1/4 x 3/5 =1x3/4x5
= 3/20
b. 3/2 x 0,5 = 3/2 x 1/2
= 3x1/2x2
= 3/4
B. Operasi Pembagian Bilangan Pecahan
Operasi pembagian bilangan pecahan menggunakan konsep perkalian dengan aturan sebagai berikut.
a/b : c/d = a/b x d/c
= ad/bc
Contoh
2) Tentukanlah nilai dari
a. 2/3 : 4/5
b. 4/5 : 6/8
Jawab
a. 2/3 : 4/5 = 2/3 x 5/4
= 2x5/3x4
= 10/12
= 5/6
b. 4/5 : 6/8 = 4/5 x 8/6
= 4x8/5x6
= 32/30
= 16/15
Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan
Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai pengaplikasian konsep pecahan, seperti halnya pembelian bahan pokok dan kebutuhan lainnya contohnya persediaan gula dalam kehidupan sehari-hari ibu membeli 3kg gula kemaren jika kakak menggunakan 2 1/4kg untuk membuat kue dan kemudian ayah membeli lagi 1 1/2kg, berapakah persediaan gula yang dimiliki ibu sekarang?
Permasalahan di atas merupakan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep pecahan, dengan demikian konsep pecahan sangat penting untuk diketahui. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dapat kita pelajari berikut ini.
A. Penjumlahan Pecahan
Penjumlahan pecahan ada dua kasus, pertama jika penyebut pecahan sama maka pembilang langsung dapat ditambahkan. Dapat dituliskan bahwa
a/b + c/b=(a+c)/b
Contoh
1) 3/7+1/7=(3+1)/7
=4/7
Kedua jika penyebut dari pecahan tersebut tidak sama maka yang dapat dilakukan adalah menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, hal ini dapat dilakukan dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari penyebutnya. Untuk itu perhatikan contoh berikut ini.
2) hitunglah hasil 1/2+3/4=....
1/2+3/4=2/4+3/4
=(2+3)/4
=5/4
=1 1/4
3) hitunglah hasil penjumlahan 4/5+5/6=....
Cara I
4/5+5/6=(24+25)/30
=49/25
=1 24/25
Cara II
Kita dapat menggunakan aturan penjumlahan berikut.
a/b+c/d=(ad+bc)/bd
Maka:
a/b+c/d=(ad+bc)/bd
=(4x6+5x5)/5x6
=(24+25)/30
=49/25
=1 24/25
Sunday, July 30, 2017
KOMPETENSI INTI DAN KOPETENSI DASAR MATEMATIKA SMP/MTs
Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2016 Pelajaran Matematika SMP/MTs.
Wednesday, April 12, 2017
Bilangan Bulat 2
Monday, April 10, 2017
Bilangan Bulat 1
Saturday, January 21, 2017
Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan polinomial berorde dua. Bentuk umum dari persamaan kuadrat adalah:
Keterangan:
a adalah koefisien x^2
b adalah koefisien x
c adalah konstanta
x adalah variabel/ peubah.
B. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
Cara menyelesaikan persamaan kuadrat ada 3 cara:
1. Pemfaktoran
2. Melengkapkan kuadrat sempurna
3. Rumus persamaan kuadrat (rumus abc)
Contoh 1
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat
jawab:
(x + 5) (x + 1) = 0
x+5 = 0 v x+1 = 0
x = 0-5 v x = 0-1
x = -5 v x = -1
jadi, himpunan penyelesaian persamaan kuadrat {-5, 1}
Contoh 2
Tentukan himpunan penyelesaian
Jawab:
atau
Jadi, himpunan Penyelesaiannya adalah {1, 3}
Monday, November 21, 2016
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Materi Himpunan
- Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
- Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
- Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
- Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
interaksi kelompok maupun aktivitas sehari-hari.
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Alokasi Waktu
|
Pendahuluan
|
1.
Guru menyapa siswa dengan salam dan dilanjutkan dengan
berdoa serta mengecek kehadiran siswa.
2.
Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar
yang diharapkan akan dicapai siswa.
3.
Guru menginformasikan cara belajar yang akan ditempuh (pengamatan, tanya jawab, latihan
kelompok, latihan soal dan pembahasan latihan soal).
4.
Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa tentang bilangan asli, bilangan cacah, bilangan
prima, bilangan genap dan bilangan ganjil dengan tanya jawab.
5.
Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkat
minat belajar siswa terhadap materi himpunan dengan menyebutkan manfaat
penggunaan himpunan dan aplikasinya dalam kehidupan.
|
10 menit
|
Inti
|
1.
Guru memberikan permasalahan terhadap permasalahan
sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan bulat.
2. Siswa mencermati penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan
sehari-hari, seperti kumpulan hewan, tumbuhan, buah-buahan, kendaraan
bermotor, alat tulis, suku-suku yang ada di indonesia, dan lain sebagainya
(mengamati).
3. Siswa mencermati negara-negara peserta piala dunia berdasarkan pembagian
grup atau diawali huruf ‘S’, ‘B’ atau huruf lainnya (mengamati).
4. Siswa menanya tentang penggunaan
himpunan dalam kehidupan sehar-ihari. Misal: Fakta-fakta yang berkaitan
dengan piala dunia (menanya).
5. Siswa menanya konsep himpunan. Misal:
pengelompokkan suatu benda? apa
kriteria untuk mengelompok benda telah jelas? adakah kelompok benda tanpa
kriteria yang jelas? apa kriteria yang digunakan? Mana yang masuk anggota kelompok
dan mana bukan? Bagaimana hubungan kelompok dengan dengan himpunan?
(menanya).
6. Siswa menanya tentang cara-cara
menyajikan himpunan (menanya).
7. Siswa menggali informasi tentang
permasalahan dalam keseharian yang melibatkan konsep himpunan (mengumpulkan
informasi).
8. Siswa menggali informasi tentang
kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasi dan mengelompokkan benda-benda
(mengumpulkan informasi).
9. Siswa menggali informasi tentang
hubungan kelompok dan himpunan (mengumpulkan informasi).
10. Siswa menganalisis dan menyimpulkan
pentingnya penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan sehari-hari melalui
berbagai contoh (mengasosiasi).
11. Siswa menganalisis, mengkaitkan, dan
mendeskripsikan perbedaan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan (mengasosiasi).
12. Siswa menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa
yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih perlu
ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang ditemukan berdasarkan apa
yang dipelajari mengenai konsep himpunan dan diagram venn, himpunan (mengkomunikasikan).
13. Siswa memberikan tanggapan hasil
presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, sanggahan dan alasan,
memberikan tambahan informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan
lainnya (mengkomunikasikan).
14. Siswa membuat rangkuman materi dari
kegiatan pembelajaran yang telah diilakukan (mengkomunikasikan).
15. Guru memberikan
tugas latihan yang berkaitan dengan
pengertian, penyajian himpunan dan anggota suatu himpunan.
|
60 menit
|
Penutup
|
1.
Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah
dipelajari, yaitu pengertian himpunan, penyajian himpunan, dan anggota
himpunan dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
2.
Guru dan siswa menyimpulkan terhadap pembelajaran
tentang bilangan pengertian himpunan, penyajian himpunan, dan anggota
himpunan dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
3.
Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran, mengenai
materi, strategi pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa.
4.
Guru memberikan tugas rumah (individu) kepada siswa.
5.
Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan atau
materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
|
10 menit
|
No
|
Aspek
yang dinilai
|
Teknik
Penlian
|
1
|
Rasa ingin
tahu
|
Pengamatan
|
2
|
Tanggung jawab
dalam kelompok
|
Pengamatan
|
3
|
Berani
berpasrtipasi aktif, analitis, mau bertanya dan berpendapat
|
Pengamatan
|
4
|
Pengatahuan
|
Pengamatan dan
hasil diskusi
|
No
|
Nama
|
Rasa ingin tahu
|
Tanggungjawab
|
||||
SB
|
B
|
KB
|
SB
|
B
|
KB
|
||
1
|
|||||||
2
|
|||||||
3
|
|||||||
4
|
|||||||
5
|
|||||||
6
|
|||||||
7
|
|||||||
8
|
|||||||
9
|
|||||||
10
|
|||||||
11
|
|||||||
12
|
|||||||
13
|
|||||||
14
|
|||||||
15
|
|||||||
Mengetahui
Kepala Sekolah A
(............................................)
NIP.
|
......................., Oktober 2016
Guru Bidang Studi
(............................................)
NIP.
|