Thursday, January 7, 2021

soal TIU CPNS 2021 | Soal TIU CPNS yang Sering keluar (Lulus CPNS 2021)






yok persiapkna diri dengan muali dari sekarang berikut adalah panduan soal dan pembahasan TIU CPNS 2021


3 Cara Mudah Menghitung FPB (Faktor Persekutuan Terbesar)

Kompetensi Dasar:
3.6 Menjelaskan dan menentukan faktor persekutuan, faktor persekutuan terbesar (FPB), kelipatan persekutuan, dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan berkaitan dengan kehiduoan sehari-hari.    . 

 4.6 Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan faktor persekutuan, faktor persekutuan terbesar (FPB), kelipatan persekutuan, dan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari dua bilangan berkaitan
dengan kehiduoan sehari-hari. 


Indikator:
3.6.1 Menentukan penyelesaian masalah yang berkaitan dengan FPB dan KPK. 
 
4.6.1  Menggunakan FPB dan KPK dalam menyelesaikan suatu masalah nyata. 


Saturday, February 24, 2018

Aritmatika Sosial II

A. Netto, Bruto dan Tara

Sebuah perusahaan menjual sebuah produk berupa susu yang dikemas dalam bentuk kaleng, dimana akan di pasarkan dalam pasar nasional, berat keseluruhan produk tersebut disebut bruto atau berat kotor, sedangkan berat kemasan disebut tara atau disebut kemasan dan berat isi disebut netto atau berat bersih.

Untuk menghitung bruto, netto dan tara, dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Bruto = Netto + Tara
Netto = Bruto - Tara
Tara = Bruto - Netto

Contoh
1) Pak Budi membeli beras 2 karung dengan berat brutto 52 kg/karung, setelah dibuka pak Budi menimabang berat karung yaitu 2kg. Jika pak Budi menjual beras tersebut seharga 24.000/kg. Berapakah harga jual beras tersebut.
Jawab
Diketahui:
Bruto = 104kg
Tara = 4kg
Harga jual Rp. 24.000/kg
Ditanya
Harga jual keseluruhan?
Penyelesaian
Netto = Bruto - Tara
           = 104kg - 4kg
           = 100kg

Harga jual keseluruhan = 100kg x Rp. 24.000
= Rp. 2.400.000

Aritmatika Sosial I

A. Harga Jual, Harga Beli, Untung dan Rugi

Dalam kehidupan tidak asing dengan perkataan harga jual, harga beli, untung dan rugi yang menjadi aktivitas dalam kehidupan, profesi sebagai jual dan beli merupakan suatu aktivitas yang sering dilakukan, untuk mengetahui hal tersebut dapat diketahui dengan aturan sebagai berikut.

Dalam kegiatan jual beli, dikatakan untung apabila harga jual > harga beli
Harga jual = harga beli + untung
Harga beli = harga jual - untung
Untung = harga jual - harga beli

Terjadi kerugian jika harga beli > harga jual
Harga jual = harga beli - rugi
Harga beli = harga jual + rugi
Rugi = harga beli - harga jual

Contoh
Ali membeli 4 pasang sepatu masing-masing seharga Rp. 200.000, jika harga jual ke empat sepatu tersebu adalah Rp. 900.000, berapakah keuntungan sepasang sepatu yang di dapat Andi?
Jawab
Harga beli sepasang sepatu = Rp. 200.000
Harga jual 4 pasang sepatu = Rp. 900.000
Maka harga jual sepasang sepatu = 900.000/4
=225.000

Maka keuntungan sepasang sepatu = Harga beli - harga jual
= Rp. 225.000 - Rp. 200.000
= Rp. 25.000

B. Persentase untung dan persentese rugi

Dalam menghitung  persentase keuntungan  terhadap harga beli dapat menggunakan rumus:
%U = U/HB
Sedangkan untuk persentase keuntungan terhadap harga jual dapat digunakan rumus.
%U = U/HJ
Keterangan:
U = Untung
HB = Harga beli
HJ = Harga jual
%U = Persentase keuntungan

Untuk menghitung persentase kerugian dari suatu pembelian maka dapat digunakan rumus:
%R=R/HB
Sedangkan untuk persentase kerugian terhadap harga jual dapat digunakan rumus.
%R=R/HB
Keterangan:
R = Rugi
HB = Harga beli
HJ = Harga jual
%R = Persentase kerugian

Thursday, February 22, 2018

Perkalian dan Pembagaian Bilangan Pecahan

A. Operasi Perkalian Bilangan Pecahan

Operasi perkalian bilangan pecahan dapat diselesaikan dengan cara mengalikan penyebut dengan penyebut, dan pembilang dengan pembilang. Aturan perkalian dapat dituliskan sebagai berikut.
a/b x c/d = ac/bd
Contoh
1) Hitunglah hasil dari:
     a. 1/4 x 3/5
     b. 3/2 x 0,5
     Jawab
     a. 1/4 x 3/5 =1x3/4x5
                          = 3/20

      b. 3/2 x 0,5 = 3/2 x 1/2
                           = 3x1/2x2
                           = 3/4

B. Operasi Pembagian Bilangan Pecahan

Operasi pembagian bilangan pecahan menggunakan konsep perkalian dengan aturan sebagai berikut.
a/b : c/d = a/b x d/c
                = ad/bc
Contoh
2) Tentukanlah nilai dari
     a. 2/3 : 4/5
     b. 4/5 : 6/8
     Jawab
     a.  2/3 : 4/5 = 2/3 x 5/4
                          = 2x5/3x4
                          = 10/12
                          = 5/6

     b. 4/5 : 6/8 = 4/5 x 8/6
                          = 4x8/5x6
                          = 32/30
                          = 16/15
    

Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan Pecahan

Dalam kehidupan sehari-hari banyak dijumpai pengaplikasian konsep pecahan, seperti halnya pembelian bahan pokok dan kebutuhan lainnya contohnya persediaan gula dalam kehidupan sehari-hari ibu membeli 3kg gula kemaren jika kakak menggunakan 2 1/4kg untuk membuat kue dan kemudian ayah membeli lagi 1 1/2kg, berapakah persediaan gula yang dimiliki ibu sekarang?

Permasalahan di atas merupakan masalah kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan konsep pecahan, dengan demikian konsep pecahan sangat penting untuk diketahui. Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut dapat kita pelajari berikut ini.

A. Penjumlahan Pecahan

Penjumlahan pecahan ada dua kasus, pertama jika penyebut pecahan sama maka pembilang langsung dapat ditambahkan. Dapat dituliskan bahwa
a/b + c/b=(a+c)/b
Contoh
1)  3/7+1/7=(3+1)/7
                    =4/7

Kedua jika penyebut dari pecahan tersebut tidak sama maka yang dapat dilakukan adalah menyamakan penyebutnya terlebih dahulu, hal ini dapat dilakukan dengan mencari kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dari penyebutnya. Untuk itu perhatikan contoh berikut ini.
2)  hitunglah hasil 1/2+3/4=....
      1/2+3/4=2/4+3/4
                    =(2+3)/4
                    =5/4
                    =1 1/4

3) hitunglah hasil penjumlahan 4/5+5/6=....
     Cara I
     4/5+5/6=(24+25)/30
                   =49/25
                   =1 24/25

     Cara II
      Kita dapat menggunakan aturan penjumlahan berikut.
a/b+c/d=(ad+bc)/bd
Maka:
a/b+c/d=(ad+bc)/bd
              =(4x6+5x5)/5x6
              =(24+25)/30
              =49/25
              =1 24/25

Sunday, July 30, 2017

KOMPETENSI INTI DAN KOPETENSI DASAR MATEMATIKA SMP/MTs

KOMPETENSI INTI DAN KOPETENSI DASAR MATEMATIKA SMP/MTs Kelas VII

Tujuan kurikulum mencakup empat kompetensi, yaitu (1) kompetensi sikap spiritual, (2) sikap sosial, (3) pengetahuan, dan (4) keterampilan. Kompetensi tersebut dicapai melalui proses pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler, dan/atau ekstrakurikuler.

Rumusan Kompetensi Sikap Spiritual yaitu,Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya”. Adapun rumusan Kompetensi Sikap Sosial yaitu,Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleran, gotong royong), santun, dan percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya”. Kedua kompetensi tersebut dicapai melalui pembelajaran tidak langsung (indirect teaching), yaitu keteladanan, pembiasaan, dan budaya sekolah dengan memperhatikan karakteristik mata pelajaran, serta kebutuhan dan kondisi peserta didik.


Penumbuhan dan pengembangan kompetensi sikap dilakukan sepanjang  proses pembelajaran berlangsung, dan dapat digunakan sebagai pertimbangan guru dalam mengembangkan karakter peserta didik lebih lanjut.

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013 Revisi Tahun 2016 Pelajaran Matematika SMP/MTs.
https://drive.google.com/file/d/0BzmgB9qw1UhKT0JlR2owS1E4MVU/view?usp=sharing

Wednesday, April 12, 2017

Bilangan Bulat 2

A. Operasi Campuran Pada Bilangan Bulat

Pada Artikel sebelumnya telah dibahas operasi-operasi pada bilangan bulat, pada artikel ini akan dibahas operasi campuran pada bilangan bulat.
Operasi-operasi pada bilangan bulat yaitu penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian, kemudian tanda kurung mempengaruhi hasil dari operasi bilangan tersebut. Urutan dalam mengerjakan soal dengan operasi campuran yaitu: kerjakan terlebih dahulu aturan yang diberi tanda kurung, kemudian perkalian atau pembagaian dan pejumlahan atau pengurangan. Untuk leih jelasnya perhatikan contoh soal berikut ini:
Contoh 1
Tentukanlah hasil dari (12-7)+2x(-3)!
Penyelesaian
(12-7)+2x(-3) = 5+2x(-3)
                       = 5+(-6)
                       = -1

Contoh 2
18:(-2)+4-(-12)x2 = ...
Penyelesaian
18:(-2)+4-(-12)x2 = (-9)+4-(-12)x2
                             = (-9)+4-(-24)
                             = (-9)+28
                             = 19
   
B.      Bentuk Akar
Operasi bilangan pada bentuk akar sama dengan operasi bilanagan pada bilangan bulat.

C.     Perpangkatan
Perpangkatan adalah operasi perkalian berulang bilangan yang sama. Misalnya 2^3 berarti 2x2x3
Contoh
Tentukanlah hasil dari:
a. 4^2 = ...
    4^2 = 4x4
           = 16

b. 2^2+3^2 =...
    2^2+3^2 = 4+9 
                    = 13











Monday, April 10, 2017

Bilangan Bulat 1


A.    Pengertian Bilangan Bulat
Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dan nol.
1.      Bilangan Bulat Positif
Bilangan bulat positif adalah bilangan yang lebih dari 0, contohnya +1, +2, +3, +4, dan seterusnya. Penulisan bilangan positif dapat dituliskan tanpa tanda +, misalkan +2 dapat ditulis dengan 2.
Beberapa kata yang dapat menyetakan bilangan positif adalah ke atas, ke kanan, untung, ke depan, dan lainnya.
2.      Bilangan Bulat Negatif
Bilangan bulat negatif adalah bilangan yang kurang dari 0, contohnya -1, -2, -3, -4, dan seterusnya. Beberapa kata yang menyatakan nilai negatif adalah ke bawah, ke kiri, rugi, ke belakang dan lainnya.
3.      Angka nol

B.     Operasi Pada Bilangan Bulat
1.      Penjumlahan pada bilangan bulat
Contoh:
            1.      Gambarlah garis bilangan dari 2+4...!
  


             
            


           2.      Tentukanlah hasil operasi penjumlahan berikut ini:
a.       -2+8=6
b.      12+(-6)=6
c.       (-17)+(-11)=-28

 2.      Pengurangan pada bilangan bulat
Contoh:
            1.      Gambarlah garis bilangan dari 5-7...!


 
           2.      Tentukanlah hasil operasi penjumlahan berikut ini:
a.       -3-4=-7
b.      -7-15=-22
c.       16-10=6
 
 3.      Perkalian pada bilangan bulat
Contoh:
            1.      Tentukanlah hasil operasi penjumlahan berikut ini:
a.       -2x3=-6
b.      -5x(-4)=-20
c.       4x(-2)=-8

4.      Pembagian pada bilangan bulat
Contoh:
           1.      Tentukanlah hasil operasi penjumlahan berikut ini:
a.       -8:4=-2
b.      24:(-4)=-6
c.       -12:(-4)=3


Saturday, January 21, 2017

Persamaan Kuadrat

A. Pengertian Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan polinomial berorde dua. Bentuk umum dari persamaan kuadrat adalah:

, dimana ∀a,b,c∈R dan a≠0.

Keterangan:
a adalah koefisien x^2
b adalah koefisien x
c adalah konstanta
x adalah variabel/ peubah.

B. Menyelesaikan Persamaan Kuadrat
Cara menyelesaikan persamaan kuadrat ada 3 cara:
1. Pemfaktoran
2. Melengkapkan kuadrat sempurna
3. Rumus persamaan kuadrat (rumus abc)


Contoh 1
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan kuadrat dengan cara memfaktorkan!
jawab:


(x + 5)  (x + 1) = 0
x+5 = 0        v      x+1 = 0
x     = 0-5     v      x     = 0-1
x     = -5       v      x     = -1
jadi, himpunan penyelesaian persamaan kuadrat {-5, 1}

Contoh 2
Tentukan himpunan penyelesaian dengan cara melengkapkan kuadrat sempurna!
Jawab:




 







atau




Jadi, himpunan Penyelesaiannya adalah {1, 3} 
 

Monday, November 21, 2016

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Materi Himpunan



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
  
Satuan Pendidikan         : SMP  
Kelas / Semester             : VII (tujuh) / Ganjil
Mata Pelajaran               : Matematika
Materi                             : Himpunan
Alokasi Waktu               : 2 x 40 menit (1 pertemuan)

A.    Kompetensi Inti :
  1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
  2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya 
  3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata 
  4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori 
 B.     Kompetensi Dasar dan Indikator
Kompetensi Dasar
            1.1  Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
Kompetensi Dasar
            2.3  Memiliki sikap terbuka, santun, objektif, menghargai pendapat dan karya teman dalam 
                  interaksi kelompok  maupun aktivitas  sehari-hari.
Kompetensi Dasar
           3.2  Menjelaskan pengertian  himpunan, himpunan bagian, komplemen himpunan, operasi himpunan dan 
                 menunjukkan contoh dan bukan contoh.
Indikator :
3.2.1    Menjelaskan defensi himpunan
3.2.2    Menunjukkan contoh dan bukan contoh himpunan
3.2.3    Menentukan anggota dari suatu himpunan
3.2.4    Menyajikan himpunan dalam beberapa cara

C.    Tujuan Pebelajaran
1.      Melalui pengamatan, tanya jawab, penugasan individu dan kelompok, diskusi kelompok,  siswa dapat: mengembangkan rasa ingin tahu, interaksi yang efektif  dan rasa tanggungjawab secara pribadi maupun kelompok dalam
2.      Mengidentifikasi konsep himpunan dalam peristiwa sehari-hari
3.      Membedakan  kumpulan/kelompok yang merupakan himpunan dan bukan himpunan
4.      Membedakan cara penyajian himpunan

D.    Materi Pembelajaran
            1.      Pengertian himpunan
            2.      Penyajian himpunan
            3.      Anggota suatu himpunan.

E.     Metode dan Pendekatan Pembelajaran
1. Pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan).
2.      Metode: Ceramah, diskusi, tanya jawab, presentasi, dan demontrasi.

F.     Media dan Alat Pembelajaran
1.      Buku teks matematika Kemdikbud,
2.      Benda di lingkungan.

G.    Langkah-langkah Pembelajaran
  Pertemuan Pertama
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi Waktu
Pendahuluan
1.      Guru menyapa siswa dengan salam dan dilanjutkan dengan berdoa serta mengecek kehadiran siswa.
2.      Guru mengkomunikasikan tujuan belajar dan hasil belajar yang diharapkan akan dicapai siswa.
3.      Guru menginformasikan cara belajar yang akan  ditempuh (pengamatan, tanya jawab, latihan kelompok, latihan soal dan pembahasan latihan soal).
4.      Guru mengecek kemampuan prasyarat siswa tentang  bilangan asli, bilangan cacah, bilangan prima, bilangan genap dan bilangan ganjil dengan tanya jawab.
5.      Guru memberikan motivasi kepada siswa untuk meningkat minat belajar siswa terhadap materi himpunan dengan menyebutkan manfaat penggunaan himpunan dan aplikasinya dalam kehidupan.
10 menit
Inti
1.      Guru memberikan permasalahan terhadap permasalahan sehari-hari yang berhubungan dengan bilangan bulat.
2.      Siswa mencermati penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kumpulan hewan, tumbuhan, buah-buahan, kendaraan bermotor, alat tulis, suku-suku yang ada di indonesia, dan lain sebagainya (mengamati).
3.      Siswa mencermati  negara-negara  peserta piala dunia berdasarkan pembagian grup atau diawali huruf ‘S’, ‘B’ atau huruf lainnya (mengamati).
4.      Siswa menanya tentang penggunaan himpunan dalam kehidupan sehar-ihari. Misal: Fakta-fakta yang berkaitan dengan piala dunia (menanya).
5.      Siswa menanya konsep himpunan. Misal: pengelompokkan  suatu benda? apa kriteria untuk mengelompok benda telah jelas? adakah kelompok benda tanpa kriteria yang jelas? apa kriteria yang digunakan? Mana yang masuk anggota kelompok dan mana bukan? Bagaimana hubungan kelompok dengan dengan himpunan? (menanya).
6.      Siswa menanya tentang cara-cara menyajikan himpunan (menanya).
7.      Siswa menggali informasi tentang permasalahan dalam keseharian yang melibatkan konsep himpunan (mengumpulkan informasi).
8.      Siswa menggali informasi tentang kriteria yang digunakan untuk mengklasifikasi dan mengelompokkan benda-benda (mengumpulkan informasi).
9.      Siswa menggali informasi tentang hubungan kelompok dan himpunan (mengumpulkan informasi).
10.  Siswa menganalisis dan menyimpulkan pentingnya penggunaan konsep himpunan dalam kehidupan sehari-hari melalui berbagai contoh (mengasosiasi).
11.  Siswa menganalisis, mengkaitkan, dan mendeskripsikan perbedaan yang merupakan himpunan dan bukan himpunan (mengasosiasi).
12.  Siswa menyajikan secara tertulis atau lisan hasil pembelajaran, apa yang telah dipelajari, keterampilan atau materi yang masih perlu ditingkatkan, atau strategi atau konsep baru yang ditemukan berdasarkan apa yang dipelajari mengenai konsep himpunan dan diagram venn, himpunan (mengkomunikasikan).
13.  Siswa memberikan tanggapan hasil presentasi meliputi tanya jawab untuk mengkonfirmasi, sanggahan dan alasan, memberikan tambahan informasi, atau melengkapi informasi ataupun tanggapan lainnya (mengkomunikasikan).
14.  Siswa membuat rangkuman materi dari kegiatan pembelajaran yang telah diilakukan (mengkomunikasikan).
15.  Guru memberikan tugas latihan yang berkaitan dengan  pengertian, penyajian himpunan dan anggota suatu himpunan.
60 menit
Penutup
1.      Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari, yaitu pengertian himpunan, penyajian himpunan, dan anggota himpunan dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Guru dan siswa menyimpulkan terhadap pembelajaran tentang bilangan pengertian himpunan, penyajian himpunan, dan anggota himpunan dan penggunaanya dalam kehidupan sehari-hari.
3.      Guru melakukan refleksi terhadap pembelajaran, mengenai materi, strategi pembelajaran dan evaluasi hasil belajar siswa.
4.      Guru memberikan tugas rumah (individu) kepada siswa.
5.      Guru menginformasikan garis besar isi kegiatan atau materi pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
10 menit

H.    Penilaian Proses dan Hasil Belajar
1.           Prosedur Penilaian
No
Aspek yang dinilai
Teknik Penlian
1
Rasa ingin tahu
Pengamatan
2
Tanggung jawab dalam kelompok
Pengamatan
3
Berani berpasrtipasi aktif, analitis, mau bertanya dan berpendapat
Pengamatan
4
Pengatahuan
Pengamatan dan hasil diskusi

2.      Instrumen penilaian:

LEMBAR PENGAMATAN PERKEMBANGAN SIKAP
Mata Pelajaran             : Matematika
Kelas/Semester            : VII/1
Tahun Pelajaran           : 2015/ 2016
Waktu Pengamatan     : -
Kompetensi Dasar       :  Nomor  2.1

Sikap yang dikembangkan dalam proses pembelajaran adalah rasa ingin tahu dan tanggung jawab dalam kelompok.
Indikator perkembangan sikap ingin tahu
1.      Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha untuk mencoba atau bertanya atau acuh tak acuh (tidak mau tahu) dalam proses pembelajaran
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran tetapi masih belum ajeg/konsisten 
3.      Sangat baik jika menunjukkan adanya  usaha untuk mencoba atau bertanya dalam proses pembelajaran secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Indikator perkembangan sikap dan tanggung jawab (dalam kelompok)
1.      Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam melaksanakan tugas kelompok
2.      Baik jika menunjukkan sudah ada  usaha ambil bagian dalam melaksanakan tugas-tugas kelompok  tetapi belum ajeg/konsisten
3.      Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian  dalam menyelesaikan tugas kelompok  secara terus menerus dan ajeg/konsisten

Bubuhkan tanda V pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No
Nama
Rasa ingin tahu
Tanggungjawab
SB
B
KB
SB
B
KB
1







2







3







4







5







6







7







8







9







10







11







12







13







14







15







  SB = sangat baik    B = baik        KB = kurang baik 
Mengetahui
Kepala Sekolah A




(............................................)
NIP.
......................., Oktober 2016
Guru Bidang Studi




(............................................)
NIP.